RELAKSASI NAFAS DALAM KOGERTA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA KLIEN HIPERTENSI

Mujito Mujito, Sri Mugianti, Andi Hayyun Abiddin

Abstract


Relaksasi nafas dalam kogerta salah satu terapi non farmakologis pada klien hipertensi yang dilakukan dengan cara menarik nafas melalui hidung secara maksimal dan lambat kemudian menghembuskan nafas melalui mulut secara perlahan dengan kombinasi berbagai gerakan tangan yang terdiri dari gerakan pemanasan, inti, dan pendinginan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi efektifitas latihan teknik relaksasi nafas dalam kogerta terhadap penurunan tekanan darah klien hipertensi. Desain penelitian yang digunakan pra eksperimental one group pretestt-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh klien hipertensi di desa Kesamben Kabupaten Blitar yang berjumlah 58 orang. Teknik sampling yang digunakan Purposive sampling, besar sampel sebanyak 30 klien hipertensi primer yang memenuhi kriteria inklusi diantaranya bersedia menjadi responden, rentang usia 45 tahuan – 70 tahun, pengukuran tekanan darah ≥ 140/90 mmHg dan tidak sedang mendapatkan terapi farmakologis. Sedangkan kriteria eksklusi yakni klien dengan penyakit kronis (jantung, diabetes mellitus, gagal ginjal, dan lain-lain). Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran tekanan darah saat pretest dan postes. Analisis menggunakan paired t-test dengan p: a<0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai tekanan darah untuk pretestt systole 162,33 mmHg dan diastole 94,55 mmHg dan posttest systole 147,17 mmHg dan diastole 86,36 mmHg. Hasil analisis didapatkan nilai p=0,000. Latihan teknik relaksasi nafas dalam kogerta efektif dalam menurunkan tekanan darah klien hipertensi. Klien hipertensi diharapkan menggunakan teknik relaksasi nafas dalam kogerta sebagai alternatif terapi non farmakologis untuk menurunkan tekanan darah.

Kata Kunci: Relaksasi; Nafas Dalam; Hipertensi

 

Abstract

Deep breathing relaxation is a non-pharmacological therapy for hypertensive clients which is done by inhaling through the nose maximally and slowly then exhaling through the mouth slowly with a combination of various hand movements consisting of heating, core, and cooling movements. The purpose of this study is to identify the effectiveness of Kogerta deep breathing relaxation techniques in reducing blood pressure in hypertensive clients. The research design used was a pre-experimental one group pretestt-posttest design. The population were all hypertensive clients in Kesamben village with 58 respondents. The sampling technique used was purposive sampling, a sample size of 30 primary hypertension clients who met the inclusion criteria including willing to be respondents, age range 45-70 years, blood pressure measurement 140/90 mmHg and did not currently receiving pharmacological therapy. While the exclusion criteria were clients with chronic diseases (heart, diabetes mellitus, kidney failure, etc.). Data collection was carried out by measuring blood pressure during the pretest and posttest. Paired t-tests was used for analysis and obtained p = 0.000. The results showed an average blood pressure value for the pretestt systole was 162.33 mmHg and diastole by 94.55 mmHg, while the posttest systole was 147.17 mmHg and diastole was 86.36 mmHg. Kogerta deep breathing relaxation technique exercise is effective in reducing the blood pressure of the hypertensive clients. The hypertensive clients are expected to use the kogerta deep breathing relaxation techniques as an alternative to non-pharmacological therapy to reduce their blood pressure.

Keywords: Relaxation; Deep Breathing; Hypertension


Full Text:

PDF

References


Silviani YE, Karaman B, Septiana P. Pengaruh teknik relaksasi nafas terhadap dismenorea. Hasanuddin J Midwifery. 2019;1(1):30.

Rahmawati L. Penerapan teknik relaksasi nafas dalam pada pasien post operasi apendiktomi dengan gangguan pemenuhan kebutuhan rasa aman nyaman di RSUD Sleman. Karya tulis ilm. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta; 2018.

Upoyo, A. S., & Taufik A. The different of finger handheld and deep breathing relaxation techniques effect on reducing heart rate and stress levels in primary hypertension patients. J Keperawatan Padjadjaran. 2019;7(3):268–76.

Febriyanto F. Pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD Dr. Soeratno Gemolong tahun 2018. J Profesi Keperawatan. 2019;6(1).

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Riset kesehatan dasar tahun 2018. 2018.

NURMAN M. Efektifitas antara terapi relaksasi otot progresif dan teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di desa pulau birandang wilayah kerja puskesmas Kampar Timur tahun 2017. J Ners. 2017;1(2):108–26.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk teknis pos pembinaan terpadu posbindu bagi kader, direktorat jendral pencegahan dan pengendalian penyakit. 2019;

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Panduan pelayanan kesehatan lanjut usia pada era pandemi covid-19, Jakarta :direktorat jenderal kesehatan masyarakat;2020

Rohmawati DL. Pemberdayaan masyarakat peduli hipertensi sebagai upaya penurunan tekanan darah melalui terapi komplementer. J community Heal Dev. 2020;1(1):62–7.

Marvia E. Efektivitas jus mentimun terhadap perubahan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di lingkungan dasan sari wilayah kerja puskesmas pejeruk. PrimA J Ilm Ilmu Kesehat. 2020;6(1):83–8.

Sutrisna, M., Pranggono, E. H., & Kurniawan T. Pengaruh teknik pernapasan buteyko terhadap act (asthma control test). J Keperawatan Silampari. 2018;1(2):47–61.

Nurman M. Efektifitas antara terapi relaksasi otot progresif dan teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di desa pulau Birandang wilayah kerja puskesmas Kampar Timur tahun 2017. J Ners. 2017;1(2).

Ghorbani A, Hajizadeh F, Sheykhi MR, Mohammadpoor asl A. The effects of deep-breathing exercises on postoperative sleep duration and quality in patients undergoing coronary artery bypass graft (cabg): a Randomized Clinical Trial. J Caring Sci. 2019;8(4):219–24.

Yuliani N, - M-, Setijaningsih T, Sepdianto TC. Pengembangan teknik relaksasi napas dalam kombinasi gerak tangan untuk menstabilkan tekanan darah penderita hipertensi. J Pendidik Kesehat. 2021;10(1):55.

Fauzan R. Korelasi gambaran ultrasonografi arteri karotis dan aorta pada foto thorax posisi pa dengan renal resistive index pada pasien hipertensi. Universitas Hasanuddin; 2020.

Kanneganti, R., Dardari, Z., Blumenthal, R. S., Blankstein, R., Agatston, A. S., Budoff, M. J., ... & Tota-Maharaj R. Coronary artery calcium, ankle-brachial index, high sensitivity c-reactive protein, and a family history of coronary artery disease as predictors of incident cardiovascular events at different stages of hypertension: the multi-ethnic study of atherosclero. Circulation. 2020;

Tumanduk WM, Nelwan JE, Asrifuddin A. Faktor-faktor risiko hipertensi yang berperan di Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi. e-CliniC. 2019;7(2):119–25.

Fitria R, Ningsih SS. Pengaruh aktivitas fisik terhadap penurunan tekanan darah pada wanita menopause di Desa Pasir Utama Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu. J Martenity Neonatal. 2020;3(1):76.

Yani Marlina , Heru Santoso AS. Journal of healthcare technology and medicine Vol. 7 No. 2 Oktober 2021 Universitas Ubudiyah Indonesia e-ISSN : 2615-109X. Indones Univ Ubudiyah. 2021;7(2):1512–25.

Kalsum U, Lesmana O, Pertiwi DR. Pola penyakit tidak menular dan faktor risikonya pada suku anak dalam di desa nyogan provinsi jambi. Media Kesehat Masy Indones. 2019;15(4):338.

Mujito, M., Sepdianto, T. C., & Martiningsih W. Pembentukan kelompok keluarga peduli hipertensi di rw 07 kelurahan Bendogerit Kota Blitar. J IDAMAN (Induk Pemberdaya Masy Pedesaan). 2021;5(2):93–103.

Dinata WW. Menurunkan tekanan darah pada lansia melalui senam yoga. JORPRES (Jurnal Olahraga Prestasi). 2015;11(2).

Senudin PK. Pengaruh terapi akupresur terhadap tingkat kecemasan dan kadar hormon endorpin pada ibu hamil= effect of therapy acupressure to the levels anxiety and levels of endorphin in pregnant women. Universitas Hasanuddin; 2019.

Yuliani, N., Setijaningsih, T., & Sepdianto TC. Pengembangan teknik relaksasi napas dalam kombinasi gerak tangan untuk menstabilkan tekanan darah penderita hipertensi. , 10(1), 55-65. J Pendidik Kesehatan. 2021;10(1):55–65.

Wijayanti S, Setiyo WE. Pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. J Chem Inf Model. 2017;53(9):287.




DOI: https://doi.org/10.38165/jk.v14i1.366

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Visitor Statistics